Minggu, 29 Januari 2012

Festival Teater SMA/MA/SMK se- Banten 2012

Festival Teater Tingkat SMA/MA/SMK se-Banten

 



Teater Kafe Ide Untirta menyelenggarakan :
Festival Teater Tingkat SMA/MA/SMK se-Banten


dengan tema :
"Menggali Tradisi Banten: Sebuah Alternatif Bagi Penciptaan Teater Modern"

naskah berhubungan dengan tema..
yang akan diselenggarakan pada :
26-29 April 2012
yang bertempat di :
Auditorium Untirta gedung B lantai 3

pendaftaran Rp. 250.000
peserta terbatas, hanya untuk 20 sekolah. ayo segera daftarkan sekolah masing-masing
informasi dan pendaftaran silahkan hubungi :
087773737012 (achoe)
teaterkafeide98@yahoo.com




LATAR BELAKANG
Seringkali bakat dan kreativitas yang dimiliki oleh seseorang tidak disadari oleh dirinya sendiri. Di usia remaja, seseorang biasanya lebih sulit untuk mengembangkan bakat dan kreativitas tersebut. Masa remaja sebenarnya merupakan masa yang unik. Masa ini merupakan masa transisi. Suatu masa dimana manusia mengalami banyak perubahan, baik dari segi fisik maupun psikologis. Pada masa ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan dan perkembangan, apalagi di era globalisasi seperti saat ini.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang negatif, perlu suatu pembelajaran yang bersifat positif. Pembelajaran drama dapat memberikan dampak yang positif pada siswa remaja. Karena melalui pembelajaran drama siswa dapat menemukan tempat sebagai wadah dalam menyalurkan ekspresinya. Selain itu, siswa dapat mengetahui nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat dan dapat memulai tahap pembentukan pribadi yang kreatif dan inovatif. Pengembangan kreativitas siswa ini perlu ditunjang dengan suasana yang kondusif agar siswa dapat mengembangkan kegiatan apresiatif terhadap drama dan lebih memahami nilai-nilai moral bangsa Indonesia.
Menyadari hal itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Kafe Ide Untirta mengadakan satu kegiatan untuk mewadahi apresiasi seni teater para pelajar khususnya bagi pelajar SMA/MA/SMK se-Banten 2012, yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Dengan diadakannya kegiatan ini, semoga para pelajar tingkat SMA/MA/SMK se-Banten dapat menyalurkan bakat dan kreativitas serta menjalin hubungan baik antar sekolah khususnya di Banten.

TEMA
Adapun tema yang diambil untuk kegiatan ini adalah ”Menggali Tradisi Banten: sebuah alternatif bagi penciptaan teater modern”.

NAMA KEGIATAN
Maka kegiatan ini dinamakan ” Festival Teater SMA/MA/SMK Ke-VII Se-Banten 2012”.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada
Hari            : Kamis-minggu
tanggal         : 26-29 April 2012
waktu            : 08.00-selesai WIB
tempat    : Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa gedung B, Lt 3.   
NB            : Pihak panitia akan mengadakan penambahan atau pengurangan hari
  kegiatan jika waktu pelaksanaan yang ditentukan panitia tidak
  memungkinkan (lebih atau kurang), berdasarkan jumlah peserta.
 

Naskah sesuai tema bisa katakan berhubungan dengan tema. Jika melihat tema, yaitu menggali tradisi banten sebuah alternatif bagi penciptaan teater modern. saya sangat berharap sekali, tema ini bisa menjadi batu loncatan untuk berkarya, khususnya karya yang berhubungan dengan Banten. Karena sangat ironis sekali dengan kurangnya seniman-seniman yang menuliskan naskah drama tentang Banten.
Satu hal yang saya pahami mengenai tema, tema hanya sebuah bingkai. Yang artinya dalam hal ini kita mengajak peserta untuk mementaskan pementasan drama menjadi sebuah pementasan simbolik yang modern dan bisa memahami sosial kebudayaan Banten baik dari bahasa yang memiliki metafor kebantenan maupun lokalitas Banten lainnya.

Dan menurut saya, hal ini juga bisa menjadi suatu paksaan yang positif untuk berkarya. Belakangan ini, saya sering menyaksikan pertunjukan teater di banten, dan menurut saya sangat bagus sebagai sumber apresiasi bagi masyarakat yang berkecimpung di bidang kesenian khususnya di bidang teater.


buat calon peserta festival, jangan hanya masalah tema kalian tidak mengikuti..
saya yakin kalian bisa berkarya..

"takan ada suatu yang baru, jika hanya diam"

Minggu, 04 Desember 2011

bionarasi tubuh terbelah

Content

TSI Present: "Bionarasi Tubuh Terbelah"


Latihan: Salah satu aktor bionarasi tubuh terbelah




Setelah pentas keliling Bicaralah Tanah, pentas Perempuan Gerabah, pentas Bebegig, dan pentas Geger Cilegon, Teater Studio Indonesia (TSI) kembali akan melakukan pentas lainnya. Kali ini dengan judul Bionarasi Tubuh Terbelah. Seperti pementasan yang lalu, kali ini juga Nandang Aradea (Babeh) sebagai sutradara menggunakan media bambu untuk stage, atau perlengkapan pementasannya. Dan karena memang saya bukan 'orang teater' hanya senang menonton saja, saat melihat sekilas latihannya, terus terang saya tidak mengerti apa yang sebetulnya ingin dibicarakan dalam lakon ini. Saya hanya melihat tubuh-tubuh yang bergelantungan atau bergerak, maksud saya berpindah-pindah dari satu ruang ke ruang lain dalam kontruksi bambu itu. Ini semacam simbol, dan saya belum begitu paham simbol dari apa, kejadian atau peristiwa apa, karena hanya tubuh, bambu, bunyi, yang berbicara di sini. Selebihnya, bisu. Dan memang, khasnya sutradara yang satu ini lebih kepada memberi simbol, atau petanda-petanda yang jika dikaji lebih dalam makna itu akan tersirat dengan sendirinya. Yah, kasarnya begini; penonton kan pintar, jadi pikir sendiri sajalah maknanya. hehe... Tapi, karena saat melihat proses latihan itu sayanya sedang mumet akibat tugas yang bejibun, makna itu belum sampai pada saya. Haha... (Oh, tentu saja saya cuma ngeles! Haha..)
Nah, setelah membaca selembar kertas yang diberikan babeh, saya jadi sedikit mengerti. Ini baru sedikit ya, karena saya belum melihat pementasannya secara utuh.

Dalam kertas itu, babeh berkata bahwa teater yang dibuatnya ini bukan sedang melawan fenomena Jakarta 'maximum city'. Tetapi seperti refleksi yang membawa spirit arkhaik dari bambu-bambu dengan tubuh tanpa persepsi. Suara, bunyi, gerak, ruang, fashion, pembesaran tubuh adalah tubuh yang mengalami. Adalah tubuh yang berpikir. Adalah tubuh yang tumbuh pada penubuhan karakter arkhaik bambu-bambu itu. Karakter otentik tubuh bambu adalah metafor masa depan kondisi manudia yang memiliki kekuatan dan kelebihan fisik, intelektual, dan psikologis. Manusia yang menjadi individu-individu tegak, manusia yang bukan subjek yang rubuh. Ruang kultur masa depan tanpa batas dan tak terbatas. Teater yang dibuatnya ini, semacam ritus pensucian dan penyatuan tubuh yang terbelah dengan jiwanya karena teknologi belum mampu melawan kematian. Teater ini, lahir dengan tubuh-tubuh tanpa persepsi di tengah pusaran kebangkrutan manusia dan kematian bahasa. Hanyalah teater yang bionarasi.


Aha! Jadi, jika kamu ingin mengetahui makna atau maksud dari pementasan ini, datanglah pada pementasannya tanggal 12 Desember di Terater Terbuka Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Dan tanggal 16 di Galeri Nasional Jakarta. Pukul 20.00 WIB. Harga tiketnya murah, cuma Rp. 10.000,- saja. Nggak perlu jebol celengan, kan? Hoho...

Dan berikut Tim Produksinya!

Konsultan Produksi: Prof. Dr. Yoyo Mulyana, M.Ed
                                Sarimajid
Produser               : Seno Joko Suseno, Agus Faisal Karim
Manager Produksi : Farid Ibnu Wahid, Ratu Selvi Agnesia
Kesekretariatan     : Sally Al Fakir
Keuangan              : Siti Hatimah
Logistik                 : Tri Irdawati


Tim Estetika
Naskah/Sutradara : Nandang Aradea
Stage Manager     : Rio Faturohman, Taufik Pria Pamungkas
Artistik                 : Otong Durachim, Mang Didin
Tata Musik           : Enry Johan Jaohari
Tata Lampu          : Oman AB
Kostum                : Arkom
Koreografi           : Rachmawati Nilakusumah
Desain Graphis    : Chandra Kudapawana
Dokumentasi       : Bona Adventura, Yongky
Vocalis                : Ina Setiawati, Vita Puspitasari
Pembuat Dogdog: Johan Teja Yusbriandi
Stage Crew        : Jefri Petir
Aktor                 : Sally Al Faqir, Didin Saprudin, Desi Indriyani, Akrom Lay Almahzumi, Imaf M. Liwa,   Nandho Sumarna, Achu Syamsudin, Saduri, TB. Rahmat Darmawan, Fira, Maesaroh.



diposkan oleh TEE TALOPE RAPUSTI